sukma w.
Bahasa dalam arti secara umum adalah alat untuk berkomunikasi. Definisi Bahasa menurut Wibowo, dalam Walija. 1996 “Bahasa Indonesia dalam Perbincangan”. Mengungkapkan bahwa bahasa adalah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, peran, maksud, peranan dan pendapat kepada orang lain. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang dinamis, dimana ia selalu menghasilkan kata-kata baru baik melalui penciptaan maupun serapan dari bahasa daerah. Di Indonesia sendiri memiliki banyak ragam bahasa daerah yang berbeda-beda sesuai dengan daerahnya masing-masing, namun keanekaragaman tersebut dapat disatukan menggunakan Bahasa Indonesia. 
Penggunaan bahasa asing disekitar kita sekarang ini sudah menjadi hal yang biasa. Mulai dari poster, pengumuman, penunjuk jalan, nama sebuah toko ataupun produk. Hal ini patut mendapatkan perhatian lebih. Sebab jika remaja dan anak-anak selalu disuguhkan dengan bahasa asing, suatu saat mereka justru akan merasa asing dengan bahasa kita sendiri. Sangat memperihatinkan bilamana warga Negara Indonesia tidak tahu tata bahasa yang benar dan tepat.
Padahal seharusnya bahasa asing hanya digunakan untuk tempat-tempat tertentu saja, bukan ditempat umum yang mayoritas masyarakat Indonesia itu sendiri. Hal ini bertentangan sebagaimana dengan fungsi Bahasa Indonesia itu sendiri yaitu sebagai bahasa resmi kenegaraan; Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan; sebagai alat pengembang kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi; serta Bahasa resmi untuk kepentingan dan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional.
          Globalisasi mengubah gaya hidup sebagian orang terutama remaja. kehidupan remaja sekarang ini justru menipiskan sifat nasionalisme, dimana tidak adanya lagi semangat para pahlawan masa depan untuk membangun Bangsa. Padahal negara Indonesia terutama Bahasa Indonesia didapatkan tidak hanya dengan berdiam diri, namun dengan semangat juang yang tinggi dan ke cintaannya pada Bangsa Indonesia. Berawal dari tanggal 28 Oktober 1928 melalui Sumpah Pemuda, Bahasa Indonesia dikenal sebagai jati diri Bangsa.
          Faktanya remaja-remaja masa kini lebih mengedepankan bahasa asing dalam kesehariannya. Ini merupakan tantangan bagi generasi muda untuk tetap mempertahankan hakikat dari sumpah pemuda. Dalam satu kelas bias dipastikan tidak ada separuh dari mahasiswa yang hafal dengan rangkaian bunyi sumpah pemuda. Lalu akan dibawa kemanakah perjuangan para pahlawan dahulu?
          Sudah sepantasnya generasi muda melestarikan bahasa Indonesia, menjunjung bahasa persatuan. Yaitu dengan cara lebih mengedepankan Bahasa Indonesia dibandingkan bahasa asing. Mulailah dengan hal-hal kecil seperti menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesui dengan tempatnya. Bahasa Indonesia, jati diri bangsa harus dilestarikan jangan sampai tergantikan  oleh bahasa asing apalagi sampai kehilangan jati diri bangsa.


Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dan tulisan ini adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan








0 Responses

Post a Comment