sukma w.

sagara


Salah satu destinasi wisata baru yang sedang ngehits di Kebumen adalah Sagara. Sebenarnya Sagara bukanlah wisata baru juga sih, lebih tepatnya gabungan antara wisata Pantai Karangbolong dan Bukit Hud yang direnovasi. Renovasi ini tidak main-main, terlihat dari akses jalan menuju bukit yang dipindah untuk dapat disatukan dengan Pantai Karangbolong.

tiket

 

Harga tiket masuk sebesar 20.000/orang, sudah termasuk dua tempat wisata. Bagi warga lokal yang tujuan utamanya hanya untuk ke bukit, tiket ini bisa dikatakan cukup pricey. Tapi mengingat pembangunan jembatan baru dan jalan menuju bukit yang sudah bagus serta tertata indah, sepertinya memang sepadan.

 

Labels: 0 comments |
sukma w.

 


Agustus 2022 artinya 5 tahun sudah aku lulus dari kampus, menyandang gelar dan bekerja sebagai tenaga Kesehatan. Perjalanan selama 5 tahun ini nggak mudah, kadang aku pikir 5 tahun itu baru sebentar tapi ketika ku lihat usiaku ternyata aku benar-benar mulai menua. Ahh aku benci mengatakannya.

Rasanya cukup melelahkan menjadi manusia dewasa. Benar kata sebuah lagu, takut tambah dewasa takut aku kecewa takut tak seindah yang ku kira. Banyak sekali hal yang terjadi dan yang sudah kulalui. Banyak mimpi yang menjadi nyata maupun yang sekadar menjadi mimpi.

Kali ini aku nggak sedang ingin bercerita tentang menyebalkannya kehidupan, tapi tentang pekerjaanku yang cukup menyenangkan. Meski begitu aku pernah bosan dengan pekerjaanku, dan kau tau? Tuhan seolah selalu mengabulkan keinginanku. Ini cukup mengesankan sekaligus beban, karena kurasa aku nggak sebaik itu.

sukma w.

*ditulis tahun lalu, baru inget wkwk


Pandem covid-19 belum juga usai, tentu kelak hari ini akan menjadi catatan sejarah dan masuk dalam deretan jurnal yang menghiasi perpustakaan nasional. Benar, semua sektor kehidupan terkena imbas. Terlalu percaya diri jika ada yang merasa diuntungkan oleh suatu musibah.

Berkali-kali pemerintah mengeluarkan kebijakan, berlembar-lembar peraturan baru masih belum mampu menekan angka kematian dan penyebaran covid. Ini menjadi PR pemerintah yang sangat panjang, belum lagi gesekan-gesekan politik yang membuat semuanya semakin simpang siur. Sebagai masyarakat biasa hal tersebut justru membuat resah dan kebingungan. Ditambah lagi adanya korupsi dana bansos, masyarakat semakin jauh dengan pemerintah.

sukma w.

 


Di pinggiran jalan raya, deretan pohon angsana berjajar rapih

Ketika musim kemarau tiba, bunganya selalu gugur bersamaan

Menghiasi jalanan dengan warna kuning yang indah

Banyak orang berhenti di pinggiran jalan untuk mengabadikannya

Saat musim kemarau telah pergi pohon angsana seperti pohon biasa

Tiba-tiba tuannya menemukan tanaman angrek yang hampir mati

Tuannya menemui pohon angsana yang paling ujung

Ia berencana memindahkan anggrek itu pada si angsana ujung

Angsana ujung menolak, ia tidak yakin bisa berbagi nutrisi dengan tanaman lain

Tapi tuannya tetap memaksa dan angsana ujung tidak mampu berbuat apa-apa

Katanya angsana ujung adalah pohon yang batangnya paling bagus

Kayanya angsana ujung adalah pohon yang paling baik

Katanya angsana ujung adalah pohon yang paling jujur

Katanya angsana ujung adalah pohon yang paling aman

Angsana ujung berujar, haruskah ia berubah menjadi pohon yang jelek, pohon yang jahat, pohon yang pembohong, dan pohon yang paling tidak aman untuk menolaknya?

Kenapa menjadi baik justru melelahkan?

Angsana ujung tidak sebaik, sekuat, dan sesabar itu

Kadang ia juga lelah mendengar rengekan angrek sialan yang tidak ada habisnya

Kadang ia ingin menyerah dan memilih kalah

Kadang ia ingin pergi saja dari pinggiran jalan itu

Atau berharap ada orang yang menebangnya?

Anggrek ini bukan tanaman biasa

Anggrek ini sangat sangat teramat sangat merepotkan

Anggrek selalu merengek setiap waktu

Anggrek selalu complain setiap hari

Seolah angsana ujung tidak pernah benar dimata anggrek

Kadang angsana ujung ingin sekali berkata bahwa anggrek tidak tau diri

ia ditampung, diberi nutrisi, di tolong segalanya tapi masih selalu ingin menuntut ini dan itu

seakan-akan angsana ujung tidak melakukan apapun

angsana ujung mulai lelah, lelah hati dan lelah fisik

ingin rasanya ia buang saja si anggrek, dan lihat siapa yang mau menampungnya?

Tapi kata orang angsana ujung harus bersabar

Tapi katanya ini cobaan untuk angsana ujung

Angsana ujung sering bertanya-tanya, kenapa ini jadi cobaannya?

Anggrek bahkan bukan jenisnya, bukan indukannya

Bagaimana bisa orang-orang itu berkata demikian?

Angsana lain di pinggir jalan selalu bilang mereka akan menolongnya

Angsana lain bilang mereka tidak meninggalkan angsana ujung

Tapi anggrek berada tepat di depan mata angsana ujung

Setiap hari dalam 24 jam ia selalu melihat den mendengar rengekan anggrek

Rasanya angsana ujung hampir gila

Ia masih bertanya-tanya seberapa lama lagi semua ini terjadi

Seberapa lama lagi ia mampu berdiri

Semoga, semoga angsana ujung masih mampu bertahan.

sukma w.

 

Jam menunjukan pukul 02.30 pagi dan aku masih belum mengantuk. Bukan karena kebanyakan minum kopi, tapi karena membaca cerita bersambung yang sangat menguras emosi.

 


Aku paling tidak suka dengan tokoh utama yang lemah, menye-menye dan pasrah-pasrah saja dengan kehidupan. Rasanya terlalu konyol, terlalu memuakkan. Apalagi ada tokoh antagonis yang toxic dan manipulatif. Sebuah jalan cerita yang membuatku gemas. Tapi entah kenapa meskipun cerita itu menyebalkan aku tetap penasaran. Dan yaa aku tidak bisa pergi tidur sebelum menyelesaikan cerita itu.

 

Di dunia ini aku pun bertemu tokoh-tokoh jahat yang memuakkan, membuatku ingin mengumpat setiap melihatnya. Tokoh-tokoh jahat itu benar-benar ada. Orang manipulatif itu benar-benar nyata.

 

Seseorang yang memutar kata untuk terlihat paling menyedihkan. Seseorang yang mengganti fakta agar terlihat paling baik. seseorang yang mengarang cerita untuk membuat orang lain tampak buruk. Ahh betapa mengerikannya orang-orang yang aku temui.

 

Rasanya bagaimana mungkin aku bisa percaya pada orang lain. Jika orang yang kukenal cukup lama, orang-orang yang cukup dekat denganku hatinya penuh kegelapan. Tapi tenanglah, aku tidak akan sudi dekat-dekat dengan orang yang seperti itu. Aku sudah membuat benteng yang cukup aman bagi diriku sendiri.

 

Meski aku tetap harus berteu orang seperti itu, meski aku tetap harus tersenyum, dan meski aku harus berpura-pura tidak tau apapun.

Kenapa hidup ini penuh dengan kepalsuan? Jika saja orang-orang itu sejenis kecoa sudah pasti akan mudah untukku mengusirnya. Ahh tidak, lebih tepat untuk menyingkirkannya selamanya.

 

Seseorang sering mengeluh padaku jika ia terus disakiti, tapi ia terus bertahan tanpa ada niatan untuk meninggalkannya. Katanya manusia bisa berubah, ia hanya memberi kesempatan. Bukankah Tuhan saja Maha Pemaaf? Dan yaa sayangnya dia bukan Tuhan.

 

Ia terus bertanya padaku kapan semua ini berakhir? Kapan orang itu berubah? Aku selalu menjawab “Sampai akhir, sampai kematiannya.”

 

Tapi ia terus tidak puas dengan jawabanku, ia masih terus bercerita tentang rasa sakitnya dan membuatku mengerang karena muak. Untuk apa tetap bertahan berada di dekat orang yang selalu membuatnya tampak buruk di hadapan orang lain.

 

“Pergilah, atau buat orang jahat itu pergi.” Kataku.

Dia menatapku bingung, aku tidak paham mana yang kurang jelas dari ucapanku.

“Bagaimana caranya?” ia bertanya kembali.

“Membunuhnya. Tusuk, santet, atau apapun.”

“Bukankah itu dosa?”

Aku mengangguk, “Kau bilang sudah tidak tahan dengan semua ini bukan? Satu-satunya cara adalah dengan menyingkirkannya selama-lamanya. Dengan begitu kau tidak akan disakiti.”

Dia menerawang, “Tapi itu dosa, bagaimana jika masuk Neraka?”

Aku mendengus, “Haha jika kau ingin masuk surge maka bersabarlah. Nikmati saja ujian hidup ini, mungkin orang itu adalah salah satu perantara untukmu masuk ke Surga. Tapi jika kau sudah tidak sabar, jangan bunuh diri. Kau tidak pantas mati, biar orang jahat itu saja.”

“Apa tidak ada cara lain?” tawarnya.

Aku menggeleng, “Orang jahat itu tidak bisa berubah, meski kau mati sekalipun.”

 

Dia termenung, aku hanya menatapnya dalam diam. Aku tau dia ditakdirkan untuk menjadi orang baik, jadi aku cukup yakin ia tidak akan pernah memilih Neraka sebagai tujuan hidupnya.

sukma w.

 Banyak hal yang ingin ku tulis, ingin ku ceritakan.

Tapi yaa nggak sempat.

Rasanya hari-hariku sudah habis untuk bekerja.

Seperti nggak punya kehidupan normal.

Akupun nggak paham sebenarnya apa yang sedang aku cari, apa yang sedang aku kejar.

Semua berjalan seperti biasa, yaaa aku rasa semua orang seusiaku melakukannya.

Bekerja sepanjang hari dengan alasan mumpung masih muda.

Meski jika kupikir-pikir lagi kadang melelahkan.

Aku kehilangan waktu-waktu sendiriku, melakukan yang aku suka.

Bukan. Bukan berarti aku nggak suka pekerjaanku.

Sama sekali bukan itu.

Aku hanya merasa mulai kehilangan diriku sendiri.

Ahh ini sulit dijelaskan.

Aku terjebak dalam putaran dunia, mengikuti apa yang orang-orang lakukan, mengikuti putaran arusnya.

Kadang ku rasa bukan ini yang sedang aku cari, semacam ada yang salah tapi aku tidak bisa keluar dari rotasinya.

Ini menyebalkan.

Aku lupa dengan tujuan kehidupanku.
sukma w.

Apa kabar menjadi pertanyaan yang menyebalkan, saat diri ini ngga baik-baik aja.

Apa kabar terdengar seperti omong kosong, sebuah pertanyaan atas dasar penasaran.

Apa kabar seolah hanya pembuka pesan, saat tidak ada kepedulian di dalamnya.

 

*** 


Orang-orang berkerumun, beberapa orang menuntunku ke tepian jalan. Aku cuma bisa diam, daguku berdarah terasa sakit untuk ngomong. Perlahan-lahan pandangan mataku terasa mulai menggelap. Aku ketakutan. Ku genggam tangan mbak-mbak disampingku yang entah siapa, terimakasih memberiku kekuatan tetap sadar.

sukma w.

 Di awal tahun 2021 aku memikirkan eksistensiku di dunia ini. Untuk apa aku di sini, untuk apa semua ini. Bagaimana masa depanku, apakah aku memiliki masa depan, dan apa tujuan akhir dari keberadaanku di sini.

 

Saat itu aku berpikir bahwa manusia itu makhluk Surga, dan sudah sepantasnya jika waktunya kembali aku ingin kembali ke Surga. Akupun berucap disela-sela pencarian jatidiriku “Aku ngga mau mati kalo ngga masuk Surga.” Setelah itu rsanya banyak hal terjadi dalam hidupku.


 

sukma w.

Beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan mahasiswa untuk berhemat.

Pengalaman dan perjalanan menjadi mahasiswa ternyata bisa mempengaruhi masa depan. Memilih teman bergaul, lingkungan kost, dan aktivitas diwaktu senggang bukanlah perkara yang remeh. Kesalahan dalam memilih pergaulan dapat mempengaruhi pola pikir dan tujuan hidup jangka panjang.




1. Teman Bergaul

Sebagai manusia tentu kita tidak bisa hidup sendiri dan harus bersosialisasi. Kata orang dalam berteman sesama manusia tidak boleh pilih memilih. Faktanya dalam kehidupan ini ada banyak hal yang harus dipilih, termasuk teman. Sebagian besar waktumu pasti dihabiskan bersama teman. Mulai dari membeli sarapan, fashion, dan gadget yang kamu pakai biasanya tidak jauh berbeda dari teman-temanmu.

sukma w.

Mengonsumsi obat bukanlah sesuatu yang bagus sebenarnya. Bukan berarti tidak baik. Jika memang manfaat dari obat tersebut lebih besar dibanding efek samping yang ditimbulkan, tidak apa-apa mengonsumsi obat. Namun jika sebaliknya, lebih baik tidak usah. Semua obat memiliki efek samping, apalagi jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.



Konsumsi obat sesuai dengan kebutuhan, sesuai dengan kondisi, dan sebaiknya diskusikan dengan tenaga kesehatan. Belakangan ini memang sedang tren membeli obat jalur diagnosa google. Internet memberikan kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh informasi. Tentu hal tersebut harus diimbangi dengan kesadaran pengguna dalam memilah-milah informasi. Pastikan sumber tersebut terpercaya, aman, dan bukan jualan.


Sebelum mengonsumsi obat cari tahu efek samping yang mungkin ditimbulkan, apakah bisa dikonsumsi saat berkendara, apakah memiliki dampak pada kerja organ tubuh yang lain, apakah kondisi anda termasuk kontra indikasi. Baca label kemasan, apakah itu obat keras atau obat bebas, apakah termasuk antibiotik yang harus dihabiskan, apakah termasuk kaplet salut selaput yang tidak boleh digerus.


Biasanya meski saya mendapatkan obat dari hasil resep dokter, sebelum dikonsumsi tetap mencari tahu seperti apa obat tersebut. Tidak bermaksud meragukan dokternya, hanya saja memastikan apakah tubuh saya benar-benar membutuhkan kandungan-kandungan tersebut? apakah saya pernah mengonsumsi obat dengan kandungan sejenis?


Ada beberapa obat yang memang selalu saya stok di rumah. Seperti obat demam, obat vertigo, obat batuk, obat flu, serta obat mual. Keluhan tersebut seringnya muncul tiba-tiba, sebagai anak rantau tentu harus siaga agar tidak perlu merepotkan orang lain.

Labels: 0 comments |
sukma w.



Tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa ATM bank BRIku kedaluwarsa. Tapi baru sempat ke bank bulan April untuk ganti kartu. Biasanya kan ke bank antri, baru bayangin antrinya aja udah males duluan akhirnya mundur-mundur deh. Karena punya rekening lain juga sih jadi yang ini kurang keurus, bahkan saldonya udah mepet kayaknya hahaha.. Padahal ini kan rekening pertamaku yang pernah aku ceritain disini.
Labels: 0 comments |
sukma w.



Wabah Covid bukan hanya mempengaruhi bidang kesehatan, namun juga pendidikan. Kegiatan belajar dirumah, penghapusan Ujian Akhir, juga kebijakan penerimaan peserta didik menjadi hal yang baru. Sekolah, guru, dan wali murid dituntut menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini.




Harus diakui PPDB Online yang dilaksanakan sekarang ini merupakan program yang bagus. Informasi sekolah, siswa, dan data-datanya lengkap. Cara pendaftarannya pun mudah, bisa dilakukan dari rumah. Tentu ini lebih efisien dibanding PPDB yang dilakukan beberapa tahun sebelumnya. Sekarang cukup duduk dirumah kita sudah bisa mendaftar di sekolah yang diinginkan dan memantau jurnal di semua sekolah se-Zona. 



Berikut tampilan web PPDB di Kabupaten Kebumen



Scroll ke bawah ada informasi mengenai waktu pelaksanaan dan petunjuk pelaksanaan.


Pendaftaran dibuka tanggal 17 Juni 2020 sampai 19 Juni 2020 pukul 11.00


Daftar Ulang tanggal 23 Juni sampai 25 Juni 2020 pukul 13.00


Pendaftaran Susulan 26 Juni 2020 07.00 – 13.00




Labels: 0 comments |
sukma w.



Sekitar bulan Februari 2020 ada sesuatu yang mengharuskan saya punya SKCK. Kebetulan SKCK saya udah expired Januari 2019, tentu saya harus perpanjang secepatnya. Kebetulan saya Cuma punya waktu satu hari untuk mengurus semua berkas yang sedang saya kerjakan dan saat itu jam sudah menjunjukan pukul 12.00.

Waktu itu saya sempet dilema, apakah saya harus tetap kirim berkas atau cancle aja karena SKCK saya sudah kedaluwarsa. Tapi akhirnya saya buka maps untuk liat jam berapa polres tutup, ternyata tutupnya jam 15.00. saya masih punya waktu 3 jam.


Jam 13.30 saya berangkat ke polres niatnya mau cetak foto dulu, tapi ternyata tempat cetakan fotonya tutup. Udah semakin cemas kan, makin overthinking. Sampe polres jam 14.00  langsung tanya sama petugasnya apakah masih bisa perpanjang SKCK. Trus pas dilihat sama petugasnya katanya udah kedaluwarsa lebih dari 1 tahun, harusnya sih bikin baru lagi. Tapi karena 1 tahun lebihnya baru dikit akhirnya dibolehin perpanjang saja.


Saya dikasih formulir yang harus diisi. Saat itu sudah sore jadi antrean ngga begitu penuh. Setelah semua form teriisi dikumpulin lagi ke petugas bersama dengan persyaratan lainnya.

Persyaratan perpanjang SKCK meliputi:
Labels: 0 comments |
sukma w.



Indahnya Kuliah

Semasa kuliah biasanya dosen-dosen bercerita tentang pekerjaan apa yang kelak akan jurusan kami kerjakan. Tentu saja mereka menceritakan hal-hal baik, menjanjikan dan penuh impian. Melambungkan harapan indah tentang masa depan profesi yang nantinya kami miliki. Memberi motivasi merupakan salah satu fungsi  dosen, membuat kami merasa berarti dan memiliki segunung harapan.

Entah kenapa seringnya harapan berbeda dengan kenyataan. Profesi yang kami miliki tidak seindah kalimat dosen dikampus. Terutama bagi yang bekerja di rumah sakit akan terasa perbedaan berada didunia jurusan kampus dan didunia luar.

Didunia nyata ini, rumah sakit merupakan usaha dalam bidang pemberi jasa kesehatan. Tidak lepas dari teori ekonomi, rumah sakit pun membutuhkan imbalan jasa yang menguntungkan. Apalagi rumah sakit swasta yang notabene tidak mendapat kucuran dana dari pemerintah. Semua infrastruktur, fasilitas, sampai gaji karyawan hanya bersumber dari pasien.


Rumah Sakit

Menjadi karyawan disebuah rumah sakit swasta yang masih berkembang memiliki tantangan tersendiri. Tidak lagi kami difokuskan dengan ilmu dan teori-terori keren pada jurusan kita dikampus. Income lah yang menjadi suatu inti dari keberadaan kami memeberi pelayanan. Jika berdasarkan teori dikampus dalam sehari kami (satu ft) hanya bisa menangani 8 sampai 10 pasien, maka kenyataannya berkali-kali lipat. Sayangnya fakta ini hampir terjadi disemua rumah sakit.

Finansial ? sepertinya gaji karyawan  masih standarlah, tidak jauh berbeda dengan karyawan pabrik. Bahkan bisa lebih besar karyawan pabrik yang banyak lemburannya. Yang membedakan hanyalah kami bekerja untuk manusia hidup yang memiliki perasaan, emosi, dan pikiran. Satu lagi, manusia yang memiliki keluhan.

Rumah sakit, kenapa bukan rumah sehat ? tentu karena didalamnya berisi orang-orang sakit. Setiap orang yang datang selalu membawa penyakit baik yang menular maupun yang tidak menular. Tidak ada yang menjamin bahwa penyakit yang dibawa pasien ke rumah sakit tidak meninggalkan jejak. Mungkin saja jejak itu masih berterbangan diudara, menempel ditembok, atau mengendap pada bantal. Ahh siapa yang tau.


Tenaga Kesehatan

Menjadi tenaga kesehatan yang terpapar terus menerus dengan orang sakit tentu memiliki risiko. Namun ini merupakan pilihan, kewajiban, dan panggilan hati. Memberi secarik harapan dan impian pada pasien adalah hal terindah yang bisa kami lakukan.

Bukan perkara mudah, kami menempuh pendidikan bertahun-tahun dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Bisa dibilang jurusan kesehatan merupakan salah satu jurusan dengan biaya kuliah yang mahal dibanding disiplin ilmu lain. Setelah wisuda kami masih harus mengikuti uji kompetensi agar dapat kewenangan untuk menyentuh pasien, yang mana harus diperpanjang setiap 5 tahun. Salah satu syarat perpanjang dengan melampirkan sertifikat seminar/workshop ber-SKP yang sekali acara biayanya ratusan ribu hingga jutaan.

Inilah investasi yang sesungguhnya. Berbuat baik dan terus menuntut ilmu.


Terapi Tradisional

Megingat panjangnya hari yang kami lalui dalam mendapatkan pendidikan, mengecek puluhan juta rupiah yang kami bayarkan setiap tahun untuk menuntut ilmu, mengenang ingatan sedih saat harus jauh dari keluarga demi mendapatkan kewenangan melakukan tindakan fisioterapi. Dengan mudahnya seseorang tanpa basic pendidikan fisioterapi, meng klaim dirinya seorang fisioterapis yang mampu melakukan tindakan fisioterapi.

Terapi itu artinya pengobatan. Mengonsumsi obat sama saja terapi, terapi medikamentosa. Hemodialisa adalah terapi, terapi cuci darah bagi penderita gangguan ginjal. Bagi profesi terapi seperti sangkal putung, pijat, atau herbal tanpa pendidikan fisioterapi cukup tulis ‘TERAPI’ bukan Fisioterapi.



BPJS
Labels: 0 comments |
sukma w.




Tampilan fisik Surat Izin Mengemudi (SIM) mulai tahun 2019 berbeda dari sebelumnya. Dengan kombinasi warna merah dan putih, SIM tampilan baru ini diklaim dapat digunakan sebagai uang elektronik. Tentu untuk menggunakannya harus diaktivasi dulu di bank yang sudah ditunjuk sebagai mitra.


Jika 5 tahun lalu saat pembuatan SIM barusaya ada persyaratan sertifikat dari LPK yang ditunjuk. Tahun ini persyaratan pembuatan maupun perpanjang SIM berubah. Bukan sertifikat dari LPK lagi yang dibutuhkan, tapi surat lulus tes psikologi ditempat yang ditunjuk.


Untuk perpanjang SIM syaratnya adalah:
Surat Keterangan sehat
- Surat Tes Psikologi
- FC KTP 2 lembar
- SIM lama



Kemarin saya berangkat dari rumah jam 9.45 langsung ke asrma polisi untuk mendapatkan surat keterangan sehat. Berangkat agak siangan karena biasanya kalo pagi lebih rame dan antrean lebih panjang. Seperti biasa cek kesehatan dasar biaya 40.000 dan parkir 1.000.


Lanjut ke tempat tes psikologi.
Labels: 0 comments |
sukma w.

Daftar isi adalah urutan judul tiap bab beserta halaman yang terdapat pada sebuah buku atau penulisan. Fungsinya untuk memudahkan pembaca menemukan halaman tertentu pada buku atau penulisan. Daftar isi biasanya digunakan pada buku, karya tulis ilmiah, thesis, majalah maupun artikel.


Biasanya orang yang belum mengerti cara membuat daftar isi cenderung menulis titik titik secara manual sehingga hasil akhirnya kurang lurus. Padahal ada cara mudah membuat daftar isi tanpa perlu mengetik titik-titik berkali-kali. Cara ini cukup simpel.



Pertama-tama siapkan lembar kerja, lalu tuliskan daftar isi yang ingin dibuat. Jangan lupa tampilkan penggaris/ruler, jika belum ditampilkan atur dengan pilih view à centang pada ruler.



Jika ingin menampilkan garis tepi pada lembar kerja bisa baca caranya disini.

sukma w.

Microsoft Word atau yang dikenal dengan MS Word merupakan software yang paling sering digunakan. Dikenal sebagai software pengolah kata, MS Word memiliki banyak fungsi dan menjadi aplikasi dasar yang hampir wajib dikuasai semua orang.




Aku mau bikin opening cara menampilkan garis tepi / margin pada microsoft word biar kayak blog profesional tapi kok susah yah haha. Bingung mau nulis apa dulu biar orang-orang di kolom pencarian bisa nyasar kesini, yaudahlah ya langsung aja tutorial untuk menampilkan garis terpi atau batas teks atau biasa disebut juga dengan Text Baounderies. Disini aku masih pake Microsoft office word 2007.
sukma w.

Kehidupan dunia ini sering menghadirkan hal-hal yang tidak pernah kita duga. Banyak rencana-rencana indah yang hanya bisa menjadi sekadar wacana. Perjuangan, pengorbanan, dan impian yang menguap begitu saja. Seperti istana pasir megah yang tersapu ombak, tidak ada yang bisa disalahkan.

Ada seseorang yang pernah menasihatiku “Sesuatu yang kecil justru harus diwaspadai, kebanyakan mereka melenakan.”

Sudah sebulan ini sekolah dikosongkan, bukan semata-mata libur untuk liburan atau bersenang-senang. Tapi untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona yang sudah memakan banyak korban di seluruh dunia. Jelas ini bukan sesuatu yang mudah, wabah ini tidak hanya menggerogoti kesehatan manusia tapi juga sektor-sektor lain seperti ekonomi dan pendidikan.

Sebulan ini pula aku melakukan proses belajar mengajar menggunakan teknologi digital. Tidak ada alasan untuk berhenti belajar, lagipula guru harus membuat laporan perkembangan siswa. Jika tidak ada proses belajar mengajar sama sekali, darimana kami bisa mengisi buku rapor mereka nantinya? Berbagai tantangan dalam proses belajar digital tidak bisa dielakkan. Seperti susah sinyal, kehabisan kuota, tidak memiliki komputer/laptop, bahkan yang tidak bisa menggunakan teknologi digital. Tentu hal tersebut memberi warna baru dalam proses belajar ini.

sukma w.

Baru tiga hari ini hujan terus mengguyur.
Entah mengapa aku sudah merindukan mentari.
Rindu semburat cahayanya menyapa pagiku dari ufuk timur.
Rindu sinarnya yang menusuk kulitku.
Rindu kehangatan pagiku.
Meski pada akhirnya semua hal di bumi ini adalah paradoks.
Tiada yang lebuh baik.
Tiada yang lebih utama.
Semua tergantung kebutuhan dan dari sisi mana aku berada.


Katanya aku manusia.
Makhluk Surga yang dihukum karena kesalahan moyang kita.
Benarkah itu semua kesalahan atau justru suatu berkat ?


Ada makhluk yang diciptakan untuk tetap berada di Surga.
Dan ada makhluk yang sengaja diciptakan untuk masuk neraka.
Aku pernah berpikir untuk apa mereka diciptakan jika mereka tidak memiliki pilihan.
Tapi aku bahkan pernah menyesal karena memiliki pilihan, lalu salah memilih.
Mana yang lebih baik ?
Adakah hal di Bumi ini yang tidak paradoks?


Hari ini mendung masih membersamaiku.
Seolah aku tidak diijinkan melihat mentari.
Langit terlihat muram dengan awan gelapnya.
Bukan aku tidak suka hujan, hanya saja aku rindu mentariku.

sukma w.
Kampoeng Etnik Kebumen beralamat di Dukuh Legok RT 01/06, Legok Lor, Pejagoan, Kecamatan Pejagoan, Kabupeten Kebumen, Jawa Tengah. Dari arah Gombong setelah Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kebumen ada perempatan ambil kanan. Lurus terus, nanti disebelah kiri jalan sudah terlihat.




Untuk harga tiket tersedia tiga paket wisata. Paket 1 (Biasa) harga 15.000, paket 2 (Apik) harga 20.000, dan paket 3 (Marem) harga 30.000.

Apa yang membedakan dari ketiga paket ini? Sebenarnya tidak terlalu beda jauh, perbedaannya pada akses wahana. Paket 1 mencakup 11 akses, paket 2 mencakup 13 akses, dan paket 3 mencakup 14 akses.


Saya berkunjung pada bulan Oktober 2019, harga tiket dan wahana mungkin saja bisa berubah sewaktu-waktu. Jam buka dari pukul 08.00 sampai 21.00 WIB, terbagi menjadi dua sesi yaitu wisata pagi dan wisata malam. Wisata pagi mulai pukul 08.00 – 18.00 WIB, sedangkan wisata malam mulai pukul 18.00 – 21.00 WIB. Untuk wisata malam ada tiket khusus, biayanya 5.000 saja.
Labels: 0 comments |